Pages

Labels

Rabu, 05 Desember 2012

Pertemuan Singkat


 Berawal dari pertemuan yang sangat singkat, dengan orang yang pernah mengisi hari – hariku dengan penuh warna dan kebahagiaan. Sosok orang ini tidak begitu terkenal, akan tetapi….dia adalah orang yang telah memberikan senyuman manis kepadaku dan orang yang pernah mengisi hatiku walau hanya satu bulan saja. Namanya itu adalah Dery.
Pertama kali aku bertemu dengan Dery sewaktu aku dan temanku yaitu Regina pergi nonton sepak bola di suatu daerah yaitu Desa Kebumen. Dan aku tidak menduga ternyata Dery dan Regina mempunyai hubungan keluarga, apalagi Dery satu sekolah dengan aku bahkan kelas aku berdekatan dengan kelas Dery.





Suatu hari, aku bertemu dengan Dery di sekolah. Tetapi awalnya aku merasa jengkel dan risih melihat Dery, mungkin karena dia memang orangnya super menjengkelkan. Tiba – tiba bel masuk pun berbunyi “kring…kring…kring” akhirnya aku masuk ke kelas untuk belajar Sejarah tanpa pamit kepada Dery. Setelah selesai semua pelajaran untuk jam pertama sampai jam keempat aku dan teman – teman pergi ke kantin untuk makan bersama, akan tetapi di kantin Dery tiba – tiba ada di belakangku dan langsung menutup mata aku. “Katanya sich cuma bercanda, tapi aku menganggap bercandanya itu sudah kelewatan karena ditangannya itu dia beri sesuatu yang rasanya pedis di mata, Hmmm….dasar Dery anak iseng. Kata aku di dalam hati.”
Sepulang sekolah aku dan teman – teman membuat acara kecil – kecilan dirumahku. Tapi, tanpa sepengetahuan aku teman aku yang bernama Andi menelpon Dery untuk mengambil pakaian bola dirumahku. Akhirnya Dery datang, “hhmmm dia lagi. Kata aku dalam hati.” Akan tetapi, waktu itu perasaanku belum ada sama sekali kepada dia.
Sore yang cerah dengan tiupan angin yang sepoi – sepoi, aku dan Regina pergi jalan – jalan melihat pemandangan di belakang rumah. Tiba – tiba handphon aku bunyi, ternyata sms dari orang yang tidak aku kenal karena orang itu pakai nomor baru. Isi sms itu mengatakan “hy…Wulan, boleh kenalan ngga” dan aku menjawab “boleh saja….emangnya ini siapa yeah ?”. Hhhmm, ngga lama kemudian dia membalasnya dengan kata-kata yang menurutku ngga masuk akal, ternyata dia itu adalah Dery dan aku berpikir “aneh….kok dia bisa sms aku yah, emangnya dia dapat nomor Hpku dari mana ?” ternyata dia dapat nomor Hp aku dari Edo. Edo itu teman aku dan teman Dery juga.
Anehnya….lama-kelamaan aku smsan dengan Dery, dia selalu mengatakan kata sayang kepadaku padahal kan kita hanya teman biasa. Tapi, aku berpikir positif saja “kan kalau kita sayang bukan berarti cinta.” Dan pada malam harinya setelah belajar aku iseng-iseng menanyakan kepada Dery kenapa dia selalu bilang sayang kepadaku?, dan Dery menjawab “sebenarnya aku itu suka sama kamu selama ini dan kamu mau ngga jadi pacar aku?.” Tetapi waktu itu aku tidak meresponnya karena aku menganggap pasti semuanya hanya bercanda, lagi pula aku tidak mau pacaran dan ingin lebih fokus pada pelajaran saja.
Akan tetapi, tidak lama setelah aku ditembak oleh Dery teman aku yang bernama Reni sms ke aku mengatakan “kalau Dery itu serius sama aku.” Jadi aku berpikir untuk menerima Dery atau tidak, dan jalan satu-satunya untuk mengetahui jawaban itu aku berinisiatif untuk meminta saran pada teman aku yang bernama Ikha. Dan Ikha menyarankan aku untuk menerima Dery karena dia menganggap Dery itu anaknya baik dan juga humoris, karena Dery juga mengancam aku kalau aku tidak menerimanya maka dia akan berteriak di depan kelasku kalau dia itu sangat sayang kepadaku. Jadi, tanpa berpikir panjang dan aku nantinya jadi malu karena ulah Dery mendingan aku terima dia saja dan mungkin kalau aku pacaran aku bisa merasakan apa yang pernah orang lain rasakan saat jatuh cinta. Apalagi Dery adalah pacar pertama aku tapi bukan cinta pertama bagiku.
Pagi hari di sekolah, Dery memanggil aku ke depan kelasnya, ternyata dia ingin membacakan sebuah puisi kepadaku dengan suara yang tidak terlalu bagus tetapi aku menghargai usahanya tersebut. Untung saja teman aku dan teman dia tidak curiga kalau aku dan Dery pacaran, karena aku malu kalau semua orang mengetahui hal ini apalagi aku masih dilarang pacaran oleh orang tuaku. “Tapi memang aku dasar anaknya bandel, suka melanggar apa yang tidak diperbolehkan oleh orang tua” dan aku meyakini bahwa hal ini tidak akan mengganggu konsentrasi belajar aku dan tetap menjadi juara kelas.
Di sekolah aku mendapatkan pekerjaan rumah (PR) dan salah satu temanku menyarankan agar PR itu kita kerjakan dirumahnya saja,  Ikha menyetujui hal itu jadi aku ikut saja dengan usul mereka. Tetapi aku tidak menduga kalau Ikha ternyata smsan dengan Edo karena kebetulan mereka lagi pendekatan alias PDKT , karena Edo tau kalau Ikha dan aku ada dirumahnya Evi maka dia datang ke rumah Evi bersama dengan Dery. “Hmmm,,,aku jagi malu sendiri deh.”
Di ruamh Evi kita semua makan mangga sambil bercanda dan tertawa bersama, pokoknya hari itu sangat menyenangkan. Dan sewaktu kerja tugas, aku dan Andi tidak kebagian kertas copyan jadi Evi menyarankan agar aku dan Dery pergi fotocopy tugas itu 2 lembar. Ternyata, Dery membawa aku ke tempat yang jauh padahal kan ada tempat fotocopyan yang dekat bahkan kita juga bisa jalan kaki. Jadinya anak-anak mengejek aku dan Dery mengatakan “dari mana saja kalian berduaan?” padahal kan aku juga tidak tau Dery mau bawa aku kemana.
Semasa pacaran saya dan Dery sering kali bertengkar bahkan kita sudah tiga kali putus nyambung, tetapi kita masih bisa pertahankan hubungan tersebut. Dan suatu hari aku, Dery, Edo, dan Ikha pergi ke Galung langi’e atau nama kerennya GL, disana kita melihat pemandangan yang sangat indah seakan melihat surga dunia dan kita tidak menyianyiakan kesempatan itu dengan berfoto-foto. Tapi sayangnya cuaca tidak bersahabat karena hujan gerimis jadi kita terburu-buru untuk pulang.
Dan selama satu bulan kita menjalani hubungan ini, tetapi kita tidak bisa mempertahankannya jadi kita putus karena aku menganggap bahwa ada orang ketiga ternyata kenyatannya memang ada. Karena orang ketiga tersebut akhirnya aku dan Dery jadi musuh, kita selalu perang mulut dan saling mengejek satu sama lain. Semua ini berbeda dengan pepatah yaitu benci jadi cinta, tetapi yang kita alami cinta jadi benci.
Kalau di hitung-hitung sudah tiga bulan aku dan Dery tdak pernah akur dan memilih untuk tidak mengenal satu sama lain. Lagi pula Dery sudah lama pindah sekolah gara-gara sering bolos dan nakal, dan semua itu pun jadi pertimbangan aku untuk menerima keputusan ini. Aku pun sudah mengenal karakter Dery yang tidak sesuai dengan tipe cowok idaman aku karena dia itu orangnya pemalas, sering bolos, dan selalu menyusahkan orang lain.
Walaupun kenyataanya perasaan tidak bisa hilang begitu saja, tapi aku harus menerimanya dengan lapang dada karena dia telah menjadi milik orang lain. Dan aku menganggap bahwa masih banyak ikan di laut bukan cuma satu dan dunia tak selebar daun kelor jadi masih banyak cowok idaman yang lebih baik dari Dery.
And
Pesan: Cinta bukan akhir dari segalanya, jadi capailah cita-citamu setinggi langit.
 Penulis

Arfina Wulandari

1 komentar:

 
Flaming Pointer