Berawal dari
pertemuan yang sangat singkat, dengan orang yang pernah mengisi hari – hariku
dengan penuh warna dan kebahagiaan. Sosok orang ini tidak begitu terkenal, akan
tetapi….dia adalah orang yang telah memberikan senyuman manis kepadaku dan
orang yang pernah mengisi hatiku walau hanya satu bulan saja. Namanya itu
adalah Dery.
Pertama kali
aku bertemu dengan Dery sewaktu aku dan temanku yaitu Regina pergi nonton sepak
bola di suatu daerah yaitu Desa Kebumen. Dan aku tidak menduga ternyata Dery
dan Regina mempunyai hubungan keluarga, apalagi Dery satu sekolah dengan aku
bahkan kelas aku berdekatan dengan kelas Dery.
Suatu hari,
aku bertemu dengan Dery di sekolah. Tetapi awalnya aku merasa jengkel dan risih
melihat Dery, mungkin karena dia memang orangnya super menjengkelkan. Tiba –
tiba bel masuk pun berbunyi “kring…kring…kring” akhirnya aku masuk ke kelas
untuk belajar Sejarah tanpa pamit kepada Dery. Setelah selesai semua pelajaran
untuk jam pertama sampai jam keempat aku dan teman – teman pergi ke kantin
untuk makan bersama, akan tetapi di kantin Dery tiba – tiba ada di belakangku
dan langsung menutup mata aku. “Katanya sich cuma bercanda, tapi aku menganggap
bercandanya itu sudah kelewatan karena ditangannya itu dia beri sesuatu yang
rasanya pedis di mata, Hmmm….dasar Dery anak iseng. Kata aku di dalam hati.”
Sepulang
sekolah aku dan teman – teman membuat acara kecil – kecilan dirumahku. Tapi,
tanpa sepengetahuan aku teman aku yang bernama Andi menelpon Dery untuk
mengambil pakaian bola dirumahku. Akhirnya Dery datang, “hhmmm dia lagi. Kata
aku dalam hati.” Akan tetapi, waktu itu perasaanku belum ada sama sekali kepada
dia.
Sore yang
cerah dengan tiupan angin yang sepoi – sepoi, aku dan Regina pergi jalan –
jalan melihat pemandangan di belakang rumah. Tiba – tiba handphon aku bunyi,
ternyata sms dari orang yang tidak aku kenal karena orang itu pakai nomor baru.
Isi sms itu mengatakan “hy…Wulan, boleh kenalan ngga” dan aku menjawab “boleh
saja….emangnya ini siapa yeah ?”. Hhhmm, ngga lama kemudian dia membalasnya
dengan kata-kata yang menurutku ngga masuk akal, ternyata dia itu adalah Dery
dan aku berpikir “aneh….kok dia bisa sms aku yah, emangnya dia dapat nomor Hpku
dari mana ?” ternyata dia dapat nomor Hp aku dari Edo. Edo itu teman aku dan
teman Dery juga.
Anehnya….lama-kelamaan
aku smsan dengan Dery, dia selalu mengatakan kata sayang kepadaku padahal kan
kita hanya teman biasa. Tapi, aku berpikir positif saja “kan kalau kita sayang
bukan berarti cinta.” Dan pada malam harinya setelah belajar aku iseng-iseng
menanyakan kepada Dery kenapa dia selalu bilang sayang kepadaku?, dan Dery
menjawab “sebenarnya aku itu suka sama kamu selama ini dan kamu mau ngga jadi
pacar aku?.” Tetapi waktu itu aku tidak meresponnya karena aku menganggap pasti
semuanya hanya bercanda, lagi pula aku tidak mau pacaran dan ingin lebih fokus
pada pelajaran saja.
Akan tetapi,
tidak lama setelah aku ditembak oleh Dery teman aku yang bernama Reni sms ke
aku mengatakan “kalau Dery itu serius sama aku.” Jadi aku berpikir untuk
menerima Dery atau tidak, dan jalan satu-satunya untuk mengetahui jawaban itu
aku berinisiatif untuk meminta saran pada teman aku yang bernama Ikha. Dan Ikha
menyarankan aku untuk menerima Dery karena dia menganggap Dery itu anaknya baik
dan juga humoris, karena Dery juga mengancam aku kalau aku tidak menerimanya
maka dia akan berteriak di depan kelasku kalau dia itu sangat sayang kepadaku.
Jadi, tanpa berpikir panjang dan aku nantinya jadi malu karena ulah Dery
mendingan aku terima dia saja dan mungkin kalau aku pacaran aku bisa merasakan
apa yang pernah orang lain rasakan saat jatuh cinta. Apalagi Dery adalah pacar
pertama aku tapi bukan cinta pertama bagiku.
Pagi hari di
sekolah, Dery memanggil aku ke depan kelasnya, ternyata dia ingin membacakan
sebuah puisi kepadaku dengan suara yang tidak terlalu bagus tetapi aku
menghargai usahanya tersebut. Untung saja teman aku dan teman dia tidak curiga
kalau aku dan Dery pacaran, karena aku malu kalau semua orang mengetahui hal
ini apalagi aku masih dilarang pacaran oleh orang tuaku. “Tapi memang aku dasar
anaknya bandel, suka melanggar apa yang tidak diperbolehkan oleh orang tua” dan
aku meyakini bahwa hal ini tidak akan mengganggu konsentrasi belajar aku dan
tetap menjadi juara kelas.
Di sekolah
aku mendapatkan pekerjaan rumah (PR) dan salah satu temanku menyarankan agar PR
itu kita kerjakan dirumahnya saja, Ikha
menyetujui hal itu jadi aku ikut saja dengan usul mereka. Tetapi aku tidak menduga
kalau Ikha ternyata smsan dengan Edo karena kebetulan mereka lagi pendekatan
alias PDKT , karena Edo tau kalau Ikha dan aku ada dirumahnya Evi maka dia
datang ke rumah Evi bersama dengan Dery. “Hmmm,,,aku jagi malu sendiri deh.”
Di ruamh Evi
kita semua makan mangga sambil bercanda dan tertawa bersama, pokoknya hari itu
sangat menyenangkan. Dan sewaktu kerja tugas, aku dan Andi tidak kebagian
kertas copyan jadi Evi menyarankan agar aku dan Dery pergi fotocopy tugas itu 2
lembar. Ternyata, Dery membawa aku ke tempat yang jauh padahal kan ada tempat
fotocopyan yang dekat bahkan kita juga bisa jalan kaki. Jadinya anak-anak
mengejek aku dan Dery mengatakan “dari mana saja kalian berduaan?” padahal kan
aku juga tidak tau Dery mau bawa aku kemana.
Semasa
pacaran saya dan Dery sering kali bertengkar bahkan kita sudah tiga kali putus
nyambung, tetapi kita masih bisa pertahankan hubungan tersebut. Dan suatu hari
aku, Dery, Edo, dan Ikha pergi ke Galung langi’e atau nama kerennya GL, disana
kita melihat pemandangan yang sangat indah seakan melihat surga dunia dan kita
tidak menyianyiakan kesempatan itu dengan berfoto-foto. Tapi sayangnya cuaca
tidak bersahabat karena hujan gerimis jadi kita terburu-buru untuk pulang.
Dan selama
satu bulan kita menjalani hubungan ini, tetapi kita tidak bisa
mempertahankannya jadi kita putus karena aku menganggap bahwa ada orang ketiga
ternyata kenyatannya memang ada. Karena orang ketiga tersebut akhirnya aku dan
Dery jadi musuh, kita selalu perang mulut dan saling mengejek satu sama lain.
Semua ini berbeda dengan pepatah yaitu benci jadi cinta, tetapi yang kita alami
cinta jadi benci.
Kalau di
hitung-hitung sudah tiga bulan aku dan Dery tdak pernah akur dan memilih untuk
tidak mengenal satu sama lain. Lagi pula Dery sudah lama pindah sekolah
gara-gara sering bolos dan nakal, dan semua itu pun jadi pertimbangan aku untuk
menerima keputusan ini. Aku pun sudah mengenal karakter Dery yang tidak sesuai
dengan tipe cowok idaman aku karena dia itu orangnya pemalas, sering bolos, dan
selalu menyusahkan orang lain.
Walaupun
kenyataanya perasaan tidak bisa hilang begitu saja, tapi aku harus menerimanya
dengan lapang dada karena dia telah menjadi milik orang lain. Dan aku
menganggap bahwa masih banyak ikan di laut bukan cuma satu dan dunia tak selebar
daun kelor jadi masih banyak cowok idaman yang lebih baik dari Dery.
And
Pesan: Cinta bukan
akhir dari segalanya, jadi capailah cita-citamu setinggi langit.


j065k1thgva168 women sex toys,Clitoral Vibrators,real dolls,masturbators,wholesale sex toys,cheap sex toys,dildo,glass dildo,cheap sex toys z808f7wbuqh149
BalasHapus